Home » , » Laporan Lengkap Praktikum Biologi Dasar “Anatomi Hewan Vertebrata”

Laporan Lengkap Praktikum Biologi Dasar “Anatomi Hewan Vertebrata”

Written By Rustam Hafid on Saturday, 1 June 2013 | 10:54



HALAMAN PENGESAHAN


            Laporan Lengkap Praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” di susun oleh :           
            Nama               : Rustam Hafid
            N I M              : 1212041011
            Kelas               : A (Pendidikan Fisika)
            Kelompok       : II(Dua)
telah diperiksa dan dikonsultasikan kepada Asisten dan Koordinator Asisten, maka dinyatakan diterima.
                                   
                                                                                    Makassar,Desember 2012

            Koordinator Asisten                                                   Asisten           


(Syamsu Rijal, S.Pd)                                                          (Irmawati)
                                                                                        NIM: 091404028


Mengetahui
Dosen Penanggung Jawab


(Dr. Ir. Muh. Junda, M.Si)
NIP: 19621108 199103 1 002




BAB I
PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang  
Kerumitan tubuh makhluk hidup membuat adanya klasifikasi makhluk hidup untuk mempermudah manusia dalam mempelajari dan mengenalnya, mulai dari hewan, tumbuhan dan manusia. Manusia dan hewan diposisikan salam 1 klasifikasi yang terpisah dari tumbuhan. Dalam pengelompokannya, hewan terbagi atas hewan yang tidak bertulang belakang (invertebrata) dan hewan yang bertulang belakang (vertebrata).
Kelompok hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) merupakan kelompok hewan yang paling banyak di muka bumi, hampir 2 juta jenis yang telah dikenali saat ini. Hewan tidak bertulang belakang dikelompokkan menjadi  hewan bersel satu, hewan berpori, hewan berongga, cacing, hewan lunak, hewan berkulit duri, dan hewan berkaki beruas-ruas. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. Tulang belakang adalah tulang yang beruas-ruas dan berderet dari leher sepanjang punggung sampai ekor. Sumsum tulang belakang yang terdapat dalam ruas-ruas tulang belakang dan otak merupakan susunan saraf pusat.  Berdasarkan penutup tubuh, alat gerak dan cara berkembang biak / Vertebrata dibedakan menjadi lima kelompok, yaitu ikan (Pisces), katak (Amphibia), hewan melata (reptilia), burung (Aves), dan hewan menyusui (mamalia).  
Tubuh vertebrata sangat identik dengan tubuh manusia yang dapat dilihat dari sistem organ dan fungsinya. Hal itulah yang mempermudah dalam mempelajari sistem organ yang ada pada manusia, dengan menggunakan tubuh hewan vertebrata sebagai objek pengamatan berkaitan dengan susunan tubuhnya.
Pengetahuan terhadap sistem organ pada manusia sangatlah penting, khususnya dibidang kedokteran. Hal itu disebabkan karena adanya filsafat ilmu pengetahuan yang mengharuskan agar setiap individu harus memiliki pengetahuan tentang dirinya sebelum memiliki pengetahuan tentang hal-hal disekitarnya.
     Alternatif pembelajaran sistem organ pada manusia dapat diperoleh dari anatomi hewan vertebrata yang memang menempatkannya pada struktur paling mirip dengan yang ada pada manusia. Sehingga membutuhkan ilmu nyata tentang teori tersebut.
Hal tersebut sangat membantu dalam hal pembelajaran sistem organ pada makhluk hidup, khususnya pada hewan dan manusia. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi sehingga  kami mengadakan praktikum tentang anatomi hewan vertebrata.
B.   Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengenali bentuk, warna, dan letak organ serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ.
C.  Manfaat Praktikum
Setelah melaksanakan praktikum ini, mahasiswa telah mampu mengenali bentuk, warna dan letak organ serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ serta mahasiswa memiliki pengalaman empiris dalam melaksanakan pengamatan langsung berkaitan dengan organ-organ dalam pada makhluk hidup.
      










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


            Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya Berdasarkan penutup tubuh, alat gerak dan cara berkembang biak / Vertebrata dibedakan menjadi lima kelompok, yaitu ikan (Pisces), katak (Amphibia), hewan melata (reptilia), burung (Aves), dan hewan menyusui (mamalia) (Anonim1, 2012).
            Kelompok amphibia adalah vertebrata yang hadir pertama kali hidup didarat. Pada dasarnya mereka memiliki pentadaktil (lima ujung jari-jari kaki), meskipun jumlah jari kakinya dapat saja berkurang. Seperti ikan dan reptil, maka amfibi adalah ektoterm atau perubahan suhu tubuh bergantung pada suhu lingkungan. Pada kebanyakan amphibia meninggalkan telur-telurnya dalam kolam dan aliran-aliran air dan tidak seekorpun dapat berjalan ditanah begitu menetas, sedikit spesies yang hidup jauh di air (Sukiya, 2005).
            Amphibia sebagai vertebrata pertama yang menuju darat sehingga disini stratum corneu berkembang baik. Epidermis tersusun dari beberapa lapisan, lengkap dengan stratum corneu. Dermis relatif tipis dan tersusun atas 2 lapisan, yaitu stratum sponglosum dan stratum compnetus. Bagian terluar stratum sponglosum seringkali lebih kompak daripada stratum compactum sendi. Pada dermis ini terdapat pembuluh-pembuluh darah, saraf, kelenjar-kelenjar. Kulit pada amphibia merupakan alat respirasi yang penting, untuk itu maka dermis dicukupi dengan sejumlah besar pembuluh darah (Suntoro, 2001).

Menurut Ristasa (2002), contoh amphibia dengan klasifikasinya adalah:
a.       Ordo Apoda (Gymnophlona), famili Cnectilidae dengangenus/spesies terdiri atas lebthyopbis  glutinasus (salamander cacing),
b.      Ordo caudata (urodela), famili salamandridae dengan genus/spesies terdiri atas salamander placulam (salamander), dan famili proteidae dengan genus/spesies teridiri atas Neturus marculatus (anjing lumpur),
c.       Ordo Anura (Sallentia), famili ranidae dengan genus/spesies yang terdiri atas Rana Cancanivora (katak sawah), Rana macrodon (katak batu), Rana limnocbarts, Rana erytbraea (bancet), Rana ebalconota (katak sawah atau kolam); famili Rhacophoridae dengan genus/spesies yang terdiri atas Rhacoporus. R (katak pohon hijau); famili Bufonidae dengan genus/spesies Bufo melanostrictus (kodok buduk).
Katak merupakan hewan yang dapat hidup di darat dan di air. Katak muda hidup di air dan bernapas dengan insang. Katak dewasa hidup di darat dan bernapas menggunakan paru-paru. Ketika katak dewasa akan bertelur, katak tersebut akan menuju air untuk mengeluarkan telur-telurnya. Katak mempunyai kulit yang selalu basah untuk membantu pernapasannya karena kulit yang selalu basah ini banyak mengandung pembuluh darah sehingga dapat membantu oksigen berdifusi melalui kulitnya. Katak bergerak dengan keempat kakinya. Selain itu, katak juga mempunyai selaput pada jari-jari kakinya yang digunakan untuk berenang.  Katak berkembang biak dengan bertelur dan pembuahannya terjadi secara eksternal. Pertemuan antara sel telur dan sperma terjadi di dalam air. Katak mengalami metamorfosis dari zigot-embrio-kecebong-katak kecil-katak dewasa (Anonim2, 2012).
Sebagaimana tubuh hewan lain, katak juga terdiri atas berbagai organ. Organ-organ yang bekerja sama dalam melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ. Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum organ-organ utama pada hewan vertebrata. Pengamatan anatomi suatu hewan diperlukan pembedahan untuk memudahkan mengamati bentuk, kedudukan dan hubungannya dengan organ lain (Tim Penyusun, 2012).
Tubuh hewan vertebrata terdiri atas 10 sistem organ, meliputi sistem integumen (kulit), sistem rangka (skelet), sistem otot, sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem reproduksi, sistem saraf dan sistem hormon (Tim Pengajar, 2012).
Sistem peredaran darah atau sirkulasi pada amfhibi yang sebagian besar mempunyai problem untuk mengisi jantung yang menerima darah  oksi dari paru-paru dan darah deoksi yang tidak mengandung oksigen dari tubuh. Untuk mencegah banyaknya pencampuran dua jenis darah terseiut, bahwa amfhibi telah mengembangkan ke arah sistem sirkulasi transisional. Jantung mempunyai sekat interatrial, kantong ventricular, dan pembagian konus anteriosus dalam pembuluh sistemik dan pembuluh pulmonary. Darah dari tubuh masuk ke atrium kanan dari sinus venosus kemudian masuk ke sisi kanan ventrikel, dan dari sini dipompa ke paru-paru. Kebanyakan pada amfhibia pasangan arkus aorta pertama, kedua dan kelima hilang. Arkus aorta ke tiga pada sisi dasar karotd internal, dan arkus aorta keempat merupakan sistem arkus yang menuju ke posterior berupa dorsal aorta.Bagian proksimal dari pasangan keenam arkus aorta cabang dari arteri pulmokutaneus, membawa darah ke paru-paru dan ke kulit dimana aerasi terjadi. Sistem venosus pada amfhibi  sangat mirip pada ikan paru-paru, kecuali pada vena abdominal masuk sistem portal hepatic ke sinus venosus (Sukiya, 2005).
Katak air butuh sedikit kelenjar oral, karena makanan mereka berada di air sehingga tidak memerlukan banyak kelenjar mukus di mulut. Kelenjar-kelenjar ini banyak terdapat pada katak (frog) dan kodok (toad) darat, khususnya pada lidahnya, yang digunakan untuk menangkap mangsa. Amfibi darat juga memiliki kelenjar intermaksilari pada dinding mulutnya. Ada beberapa amphibia yang lidahnya tidak dapat bergerak, tetapi sebagian besar bangsa amphibia mempunyai lidah yang dapat dijulurkan keluar (protrusible tongue) serta pada katak dan kodok lidah digulung kebelakang bila tidak digunakan. Esofagus pendek dapat dibedakan dari lambung. Usus menunjukan berbagai variasi. Pada Caecilia menunjukkan ada gulungan kecil dan tidak dibedakan antara usus kecil dan usus besar, pada katak dan kodok terdapat usus yang relatif panjang, menggulung yang membuka kloaka (Sukiya, 2005).
Organ reproduksi katak jantan berbeda dengan katak betina. Pada katak jantan terdapat sepasang testis (bentuknya oval, warnanya keputih-putihan) terletak disebelah atas ginjal. Organ reproduksi betina terdiri atas sepasang ovarium yang terdapat pada bagian belakang rongga tubuh diikat oleh penggntungnya yang disebut mesovarium. Kelompok ampibi misalnya katak, merupakan jenis hewan ovivar. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh (Anonim1, 2012).
Alat pernapasan pada katak berupa insamg, kulit, dan paru-paru. Pada berudu pernapasan dilakukan dengan insang luar. Setelah dewasa menggunakan paru-paru berupa dinding dimana dinding ini terdapat banyak ruang. Paru-paru berhubungan dengan udara luar melalui 2 bronkus, laring yang mengandung tali-tali volea, lalu faring dan lorong-lorong nasal. Lubang dari faring ke laring berupa celah longitudinal yang disebut glothis. Pernapasan pada katak melalui kulit tipis yang basah untuk memudahkan difusi gas (Anonim2, 2012).









BAB III
METODE PRAKTIKUM


A. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal             :    Kamis/ 29 November 2012
Waktu                       :    Pukul 07.30 s.d 09.10 WITA
Tempat                     :    Laboratorium Biologi lantai III sebelah barat, Jurusan Biologi FMIPA UNM.
B.   Alat dan Bahan
1.        Alat
a.    Botol pembunuh
b.   Baki bedah
c.  Gunting
d.   Pinset
e.   Jarum
f.    Skalpel
g.  sedotan minuman
2.        Bahan
a.    Katak sawah (Rana cancarivora)
b.   Kloroform/ eter (pembius)
c.   Kapas
C.   Prosedur Kerja
1. Pengamatan luar
a.    Mematikan katak
Mengambil segumpal, kapas (sebesar ruas empu jari tangan), membasahi dengan eter/kloroform, lalu memasukkan ke dalam botol pembunuh, segera pula memasukkan katak ke dalam botol tersebut, menutup dengan rapat. Membiarkan sampai katak mati.
b.   Mengeluarkan katak yang sudah tidak bergerak dan me|etakkan di atas baki bedah. Membiarkan kapas dalam botol dan menutup rapat (uapnya berbahaya).
c.   Mengamati bagian luar katak
1)   Mata kelopak dan selaput tidur
2)   Lubang hidung luar
3)   Tympanum (selaput pendengar)
4)   Celah mulut
5)   Tungkai depan  
a)    lengan atas (branchium)
b)   lengan bawah (Ante branchium)
c)    telapak (Manus)       
d)  jumlahjari (Digiti)
6)   Tungkai belakang:
a)    Paha (Femur)
b)   Betis (Crus)
c)    Telapak bersatu (Pes)
d)   Jari-jari berselaput renang
7)   Kloaka (menentukan letaknya)
8)   Meraba permukaan kulit dan memperhatikan warnanya
d.  Menggambar dari arah punggung dan memberi nama bagian-bagian tersebut di atas (tugas gambar 1).
2.    Pembedahan
a.    Meletakkan katak pada punggungnya di atas baki bedah. Memaku keempat kakinya dengan jarum pada lilin, sehingga tidak mudah goyang.
b.   Dengan pinset, menjepit membujur kulit bagian perut dekat paha, mengangkat sedikit, menggunting melintang kulit di bawah pinset, sehingga terbentuk celah pada kulit perut.
c.   Melalui celah kulit itu, memasukkan ujung gunting yang tumpul dan menggunting kulit ke arah kepala sampai gunting tertumbuk. Membalik ke celah tadi, menggunting ke arah pangkal kedua paha.
d.  Menggunting kulit ke arah samping kiri dan kanan, sehingga kulit perut bisa tersingkap. Memeriksa perlekatan kulit pada jaringan otot. Hanya pada tempat tertentu kulit melekat pada otot, sehingga terbentuk semacam kantong (saccus).
e.   Memperhatikan pula bagian tengah otot perut. Tampak garis putih membujur sepanjang otot perut (disebut linea alba).
f.    Menjepit pinset otot perut di samping linea alba, dan menggunting melintang, sehingga terbentuk celah. Memasukkan ujung gunting yang tumpul ke dalam celah otot perut dan memulai menggunting ke arah kepala sampai bawah rahang. Melanjutkan pengguntingan sampai pangkal paha.
g.   Menyingkap jaringan otot perut ke samping kiri dan kanan sehingga terbuka rongga perut dan tampak jeroan.
3.    Pengamatan Sistem Pencernaan
a.   Membuka celah mulut dengan skalpel dan pinset, sehingga rongga mulut terbuka. Mengamati bentuk gigi, meraba dengan jari geligi pada rahang atas dan gigi vomer pada langit-langit.
b.   Dengan pinset, menarik lidahnya keluar, mengamati bentuk dan perlekatannya (catat). 
c.   Melanjutkan pengamatan rongga perut yang berisi jeroan.Mengamati bentuk dan warnanya:
1)  Hati sebelah kanan, ada berapa lobus; mencari kantong empedu, bagaimana warnanya.
2)   Lambung di sebelah kiri hati; mengangkat sedikit akan tampak duodenum dan    pancreas.
3)        Menurut terus usus halus sampai usus tebal. Memperhatikan pertemuannya.
4)   Rektum yang belok ke kloaka.
4.   Pengamatan Sistem Peredaran Darah
a.    Arah kepala dari hati, tampak jantung dalam selaput.
b.   Menusuk selaput pembungkus jantung dengan jarum atau ujung skalpel sampai pecah, mengamati bentuk dan bagian:
1)   Bilik (ventrikel)
2)   Serambi (atrium) kanan dan kiri
3)  Pembuluh nadi utama (trunkus arteriosus) yang keluar dari ventrikel kemudian bercabang menjadi dua aorta (kiri dan kanan)
c.   Menggambar bagian jantung dan memberi nama tersebut di atas (tugas gambar 3)
5. Pengamatan Sistem Pernafasan
a.   Memperhatikan bagian sebelah kanan hati dan sebelah kiri lambung, tersembul bagian paru-paru.
b.   Dengan sedotan limon yang ujungnya dimasukkan dalam lubang pangkal tenggorokan (buka mulut), meniup pangkalnya perlahan, maka akan mengembung paru-paru. Mengamati bentuk dan warna paru-paru, pembuluh darah pada paru-paru.
c.    Melepaskan jantung dengan gunting, sehingga tampak batang tenggorok (trakea).
d.   Membuat gambar bagan sistem pernafasan katak ini (tugas gambar 4).
6.   Pengamatan Sistem Ekskresi dan Reproduksi (Urogenitalia)
a.   Melepaskan organ-organ pencernaan, mulai pada lambung sampai pada rectum, serta mesenterium (jaringan ikat) yang memegangnya.
b.   Akan tampak sepasang ginjal bulat lonjong melekat pada bagian belakang rongga perut. Selanjutnya mengamati:
1)   Ginjal dengan kelenjar adrenal (garis keputihan)
2)   Badan lemak (corpus adiposum) kekuningan berjumbai
3)   Saluran ginjal (ureter) dan ginjal menuju ke kantong kemih
c.    Pada katak jantan, ureter ini disebut juga ductus urospermaticus. Testis terletak di sebelah atas ginjal, bulat lebih kecil berhubungan dengan ginjal melalui vassa efferensia.
d.   Pada katak betina, ada sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. Angkat sedikit ovarium, akan tampak oviduct berupa saluran berkelok-kelok putih, bermuara pada kloaka sedang ujungnya berupa corong (ostium) ada di dekat jantung.
e.   Membuat gambar bagian sistem urogenitalia katak. Memberi nama bagian-bagiannya (tugas gambar 5, kelamin jantan atau betina).







BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.   Hasil Pengamatan
Gambar 1. Bentuk luar tubuh katak, pandangan dari arah punggung (dorsal)
Keterangan

1.        Mulut
2.        Hidung luar (Nares Eksterna)
3.        Kelopak mata
a.    Palbebra mayor
b.    Palbebra minor
4.        Selaput tidur
5.        Mata (Orbita)
6.        Membran timpani
7.        Lengan atas (Branchium)
8.        Lengan bawah (Ante Branchium)
9.        Telapak tangan depan (Manus)
10.    Tungkai (Femur)
11.    Lutut
12.    Telapak kaki (Pes)
13.    Kloaka




Sumber: khepshux.blogspot.com
Gambar 2. Diagram Sistem Pencernaan katak sawah
Keterangan


1.      Lambung
2.      Usus besar
3.      Usus halus
4.      Rektum
5.      Kloaka
6.      Pankreas

Sumber: anakunhas.com




Gambar Penampang mulut katak
Keterangan

Sumber www.anakunhas.com




1.     Rahang atas (Maxilla)
2.     Langit-langit (Pallatum)
3.     Rahang bawah (Mandibula)
4.     Lidah bercabang (Lingua bipida)
5.     Hidung dalam (Nares internal)
6.     Gigi (Vomer)

Gambar 3. Ruang Jantung Katak
Keterangan

Sumber: www.sentra-edukasi.com


1.      Atrium kanan
2.      Atrium kiri
3.      Ventrikel
4.      Aorta
5.      Vena

Gambar 4. Bagan Sistem pernapasan katak
Keterangan
Sumber: kumpulan-materi.blogspot.co.

1.      Bronkus
2.      Bronkiolus
3.      Trakea
4.      Paru-paru kiri
5.      Paru-paru kanan

Gambar 5. Sistem urogenitalia katak jantan
Keterangan

Sumber: fembrisma.wordpress.com

1.      Badan lemak
2.      Ginjal
3.      Testis
4.      Ureter
5.      Kloaka
6.      Kandung kemih

Gambar 6. Sistem urogenitalia katak betina
Keterangan



Sumber: fembrisma.wordpress.com


1.      Ginjal
2.      Ovarium
3.      Ureter
4.      Badan lemak
5.      Oviduk
6.      Kloaka
7.      Kandung kemih

B.  Pembahasan
1. Morfologi katak
     Tubuh katak dilapisi oleh kulit tebal yang basah, yang berwarna hijau agak keabu-abuan. Katak memiliki 4 tungkai, yakni 2 tungkai didepan sebagai kaki depan (tangan) dan dua tungkai belakang (kaki). Kaki katak terdiri atas sepasang kaki depan dengan jumlah jari 4 dan sepasang kaki belakang dengan jumlah jari 5. Kaki depan terdiri atas lengan atas (brancium), lengan bawah (antebrancium), tangan (manus), dan jari-jari (digiti) berjumlah delapan. Pada kaki belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes) dan jari-jari (digiti) berjumlah sepuluh.
            Pada bagian kepala, terdapat selaput pendengar telinga ruang yang berjumlah 2 buah, juga ada 2 hidung luar yang berhubungan dengan hidung dalam katak yang terletak dirongga mulut (nares interna). Pada mata katak, terdapat kelopak mata yang menjulang sekitar 1 mm, yang memiliki selaput tidur yang menyelimuti mata katak.

6.      Anatomi
a.       Bagian dalam mulut.
Pada bagian dalam mulut katak, nampak perlekatan gigi katak yang tumbul berbentuk segitiga di sepangjang sisi mulut bagian dalam.Dibagian belakang terlihaat nares interna yang menghubunhkan dengan nares yang ada diluar.Pada lidah katak, bentuk perlekatannya unik, dengan 2 pita diujungnya.
b.      Sistem pencernaan
Sistem pencernaan katak dimulai dari mulut, kerongkongan (esofagus), kemudian lambung, usus dan kloaka. Kerongkongan merupakan saluran pendek, ventriculus merupakan kantung yang di tengahnya melebar dan bisa menjadi sangat besar apabila terisi makanan, di dalam lambung makanan mengalami proses pencernaan secara kimia dengan bantuan enzim. Hati yang berada di bawah kerongkongan berfungsi untuk memproduksi empedu, fibrinogen dan cadangan lemak.Bahan makanan yang keluar dari usus selanjutnya menjadi feses dan dikeluarkan melalui kloaka.
c.       Sistem peredaran darah
Sistem peredaran darah yang diamati adalah jantung dan pembuluh darah disekitarnya. Jantung katak terletak diantara 2 paru-parunya yang berwarna merah keabu-abuan. Jantung katak terdiri atas 2 bilik yakni bilik kiri dan bilik kanan, dengan 1 serambi. Dari jantung, darah mengalir ke aorta yang berhubungan dengan seluruh tubuh dan dikembalikan melalui vena yang berwarna biru.
d.      Sistem pernapasan
Sistem pernapasan katak dimulai dari hidung, dimana terjadi penghirupan oksigen dan pengeluaran karbondioksoida. Dari hidung, udara diteruskan ke faring kemudian kerongkongan dan menuju ke paru-paru untuk mengalami pertukaran gas dari oksigen ke karbondioksida melalui proses difusi dalam alveolus. Paru-paru pada katak berwarna coklat tua dengan penampakkan serabut-serabut diepidermisnya.
e.       Sistem urogenitalia
1)      Katak Jantan
Dari hasil pengamatan system eksresi katak terdiri dari ginjal. alat eksresi utama pada katak adalah sepanjang ginjal yang terletak dikanan dan kiri tulang belakang berwarna merah kecoklat-coklatan. Katak jantan memiliki 2 buah ginjal yang terletak dibelakang organ pencernaan yang berwarna hijau tua. Ginjal merupakan alat penyaringan yang di keluarkan zat-zat sisa yang dapat larut (terutama urine). Pada sIstem eksresi terdapat sepasang gijal bulat  lonjong yang  melekat pada bagian belakang rongga mulut. Perpanjangan dari ginjal ini disebut ureter yang akan meneruskan urine menuju kandung kemik dan akhirnya ke kloaka. Dibelakang ginjal, baik jantan maupun betina, terdapat badan lemak yang merupakan tempat penyimpangan lemak, yang berwarna kuning berjuntai. Disekitar ginjal terdapat testis yang berbentuk sepasang bulat telur, berwarna putih kekuningan. Terletak di atas ginjal dan berisi cadangan makanan yang digunakan pada musim kawin. Jaringan ini menghasilkan spermatozoid yang dilindungi oleh selaput nesopehium. Spermatozoa dikeluarkan melalui vena efferensia melalui bagian lateral dan ren, vena efferensia. Berupa saluran halus dari testis serta melalui nesorchium. Selanjutnya sperma dikeluarkan melalui ren dan bermuara di ductus urospemachitus, ductus spermachitus, sepasang terletak pada bagian lateral dan ren bermuara di kloaka. Saluran ini menyalurkan spermatozoa dan urine ke kloaka, vesicula seminalis, merupakan bagian caudal dari ductus urospermachitus serta tempat penyimpanan terakhir dari spermatozoa.


2)      Katak Betina
Dari hasil pengamatan system eksresi katak terdiri dari ginjal. Alat eksresi utama pada katak adalah sepanjang ginjal yang terletak dikanan dan kiri tulang belakang berwarna merah kecoklat-coklatan. Ginjal merupakan alat penyaringan yang di keluarkan zat-zat sisa yang dapat larut (terutama urine). Pada sistem eksresi terdapat sepasang gijal bulat  lonjong yang  melekat pada bagian belakang rongga mulut. Katak betina juga memiliki 2 buah ginjal yang terletak dibelakang organ pencernaan yang berwarna hijau tua. Perpanjangan dari ginjal ini disebut ureter yang akan meneruskan urine menuju kandung kemik dan akhirnya ke kloaka. Dibelakang ginjal juga terdapat badan lemak yang merupakan tempat penyimpangan lemak, yang berwarna kuning berjuntai. Katak betina memiliki ovarium yang merupakan sepasang kantong yang terdiri dari sel-sel telur dan bila banyak akan menutupi seluruh bagian abdomen serta dilindungi oleh selaput tipis nesovarium yang dengan bantuan gerakan silia serta otot abdomen telur, telur tersebut didorong ke depan menuju osteum tubae yang terletak di kiri dan kanan dan merupakan pangkal dari saluran telur, saluran telur, sepasang berliku-liku dan berwarna putih telur yang masak dan masuk ke oviduk, dan sebelum bermuara di kloaka akan masuk ke ovisoe (uterus), uterus merupakan tempat penyimpanan sementara sel telur sebelum keluar dari tubuh karena fertilisasi.


           



BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa sistem organ merupakan gabungan dari beberapa organ dalam suatu sistem yang mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama yang terletak dalam tubuh. Warna masing-masing organ berbeda-beda, yakni paru-paru berwarna kuning kemerah-merahan, jantung berwarna merah tua, hati berwarna coklat, lambung memiliki warna yang sama dengan usus besar dan kecil yakni berwarna kuning keemasan, ginjal berwarna agak kehitaman, dan ovarium pada katak betina berwarna abu-abu bercorak putih. Masing-masing organ tersebut tergabung pada beberapa sistem organ yang memiliki tujuan yang sama, yakni terdiri dari sistem organ pernapasa, sistem organ peredaran darah, sistem organ pencernaan, dan sistem organ ekskresi dan reproduksi (urogenitalia).
B. Saran
1.  Untuk praktikan hati-hati selama melakukan kegiatan pembedahan, karena kesalahan dapat menyebabkan kerusakan pada salah satu organ yang akan mengganggu pengamatan.
2. Untuk asisten agar kiranya memberikan arahan dan batasan yang jelas dalam setiap kegiatan praktikum demi meminimalisir kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh praktikan selama praktikum berlangsung.
3. Untuk Laboratorium sebaiknya alat-alat yang disediakandiperhatikan, sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik, khususnya keutuhan alat seksi.



DAFTAR PUSTAKA
Anonim1. 2012. Hewan Vertebrata/http://masteropik.blogspot.com/ diakses pada tanggal 01 Desember 2012. Makassar.

Anonim2. 2012. Hewan vertebrata dan mamalia/http://tutorial kuliah online.blogspot.com/ diakses pada tanggal 01 Desember2012. Makassar.

Pengajar, Tim. 2003. Biologi Umum. Makassar: Universitas Negeri Makassar
Penyusun, Tim. 2012. Penuntun Praktikum Biologi Dasar.Makassar:Universitas Negeri Makassar

Ristasa, Rusna dkk. 2002. Praktikum IPA 1. Jakarta: Universitas Terbuka

Setjo, Susetyoadi dkk. 2004. (Common Textbook) Anatomi Tumbuhan. Malang: Jurusan Biologi FMIPA UN Malang

Sukiya. 2005. Biologi Vertebrata. Malang: Universitas Negeri Malang

Suntoro, Susilo Handari dkk. 2001. Anatomi dan Fisiologi Hewan. Jakarta: Universitas Terbuka













LAMPIRAN I

Pertanyaan:
1.      Mengapa katak digolongkan kedalam kelas amphibi?
2.      Mengapa warna katak mudah berubah-ubah? Faktor apakah yang biasa mempengaruhi perubahan itu?
3.      Dimanakah melekat pangkal lidah katak? Apakah manfaat bagi katak dengan melekatkan lidah seperti itu?
4.      Hati dan pangkreas, bukan sistem pernapasan, tetapi termasuk dalam sistem pencernaan. Mengapa demikian?
5.      Apa sebabnya katak tidak dapat melakukan pernapasan perut? Bagaimanakah cara katak menarik dan mengeluarkan napas?
6.      Jelaskan mengapa dikatakan darah bersih dan darah kotor dalam jantung katak bercampur ketika meninggalkan jantung?
7.      Pada katak terjadi fertilisasai internal dan eksternal? Jelaskan mengapa demikian?
Jawaban:
1.       Katak digolongkan kedalam kelas amphibi karena katak dapat hidup di dua tempat, yaitu katak muda hidup di dalam air dan katak dewasa hidup di darat.
2.       Warna kulit katak berubah-ubah karena katak mempunyai kromatophor (sel pigmen) yang terdiri atas :
a)    Xantopras mengandung pigmen kuning.
b)        Melanfora mengandung pigmen melanin menyebabkan warna coklat dan hitam.
c)        Guanfora mengandung kristal guanin yang menyebabkan warna biru.
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ini adalah faktor intern, ekstern.
3. Pangkal lidah katak melekat pada ujung crinial dari rahang bawah, manfaatnya adalah agar lidah katak cepat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsanya.
4. Karena hati dan pankreas menghasilkan enzim yang bermanfaat dalam proses pencernaan makanan. Hati yang terdiri atas lobus dan zat empedu yang dihasilkan ditampung sementara dalam fesikala fellael yang kemudian dituangkan dalam intestinum melalui ductus cholydosus yang merupakan saluran gabungan dengan saluran dari pankreas dan bahan makanan yang merupakan sistem dalam infostinus major menjadi feses selanjutnya dikeluarkan melalui anus.
5. Katak tidak dapat melakukan pernafasan perut karena katak tidak terdapat tulang rusuk dan sekat rongga dan mekanisme pernafasannya hanya diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot perut.Cara katak menarik dan mengeluarkan nafas adalah dengan Inspirasi, apabila rongga mulut mengecil maka udara masuk ke celah-celah terbuka menuju ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas sehingga oksigen di ikat oleh darah yang ada didalam kapiler dinding  paru-paru. Dan Eksresi, apabila rongga mulut mengecil, maka udara didalam paru-paru yang banyak mengandung karbondioksida keluar melalui koana.
6. Karena jantung katak memiliki satu bilik (ventrikel) sehingga darah yang   ada dalam bilik jantung tidak dapat membedakan darah bersih dan darah kotor.
7. Pada katak terjadi vertilisasi eksternal karena pada katak pembuahan terjadi di luar tubuh.









LAMPIRAN II

Anonim1
Hewan Vertebrata-http://masteropik.blogspot.com







Anonim 2
Hewan vertebrata dan mamalia/http://tutorial kuliah online.blogspot.com







Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Postingan Naik Daun

Pengunjung


counters
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Rustam Hafid Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger